Follow

BUMN INFRASTRUKTUR

Salah satu ciri yang menegaskan kemanjuan suatu negara adalah baiknya infrastruktur yang ada di negara tersebut. Karena jika semua infrastruktur di segala aspek tersedia apik dan tertata rapi, maka bisa dipastikan mobilitas masyarakat akan terjamin, sehingga produktivitas mereka bisa dipastikan meningkat.

Ambil contoh jalan raya misalnya, ketika fasilitas umum ini rusak atau tidak menampung volume kendaraan yang ada, maka dampaknya adalah kemacetan parah yang membuat aktivitas masyarakat melambat. Sebaliknya jika infrastruktur ini bagus, semua aktivitas masyarakat menjadi lancar.

Pembangunan Infrastruktur
Secara umum, pembangunan infrastruktur di Indonesia sampai sejauh ini masih kurang memuaskan. Masyarakat seolah disuguhi kenyataan tidak adanya konsep dan mapping yang jelas dalam pembangunan infrastuktur. Akibatnya, ketika semua negara tetangganya sudah bisa dikatakan berhasil dalam membangun dan menata infrastruktur, Indonesia masih tertatih-tatih sehingga semakin jauh ketinggalan.

“Sekadar perbandingan, sekitar 20 tahun yang lalu, Indonesia mungkin bisa membanggakan diri dengan infrastruktur yang dimiliki. Bandara Soekarno-Hatta sudah berdiri luas dan megah, akses jalan juga sudah terbentang rapi. Pada saat yang sama, Thailand masih terkesan kumuh. Bandara dan jalan rayanya masih carut-marut,” komentar Rozi mengawali paparannya mengenai hasil monitoring IMMC terhadap isu media yang berkembang selama 3 bulan terakhir.

Tapi saat ini, kata Rozi, kondisi itu sudah berubah 180 derajat. Infrastruktur Thailand sudah jauh lebih maju daripada Indonesia. Untuk mencapai Bandara Swarnabhumi, beragam sarana transportasi massif dari sejumlah titik tersedia dengan pelayanan yang memuaskan.

Peneliti senior IMMC menambahkan bahwa BUMN infrastruktur ternyata termasuk isu yang diulas media dalam kaitannya dengan pergantian kementerian BUMN dari Mustofa Abu Bakar kepada Dahlan Iskan.

Dua Alasan

“Saya rasa, ada 2 alasan yang menyebabkan isu ini mengemuka sesaat setelah pergantian menteri BUMN. Pertama, realitas infrastruktur di Indonesia yang masih terlihat berantakan. Kedua, adanya harapan dari masyarakat agar masalah ini mendapatkan perhatian yang lebih serius dari pihak pemerintah.”

“Contoh yang pertama bisa kita temui dengan mudah di wilayah ibu kota, di mana banyak pembangunan infrastruktur yang terbengkalai. Sedangkan contoh yang kedua bisa kita lihat dari nada pemberitaan media massa yang berisi komentar-komentar bernada optimistik bahwa Dahlan akan melakukan perbaikan yang radikal terhadap BUMN yang menangani masalah infrastruktur,” jelas Rozi.

Hasil pantauan IMMC menunjukkan bahwa sejak tanggal 19 Oktober 2011 hingga 7 Januari 2012, jumlah berita mengenai BUMN infrastruktur yang tersebar di 6 media massa yang disurvei sama banyaknya dengan pemberitaan mengenai isu IPO BUMN. Volumenya mencapai 2 persen dari total pemberitaan yang mencapai 276.

“Secara pribadi saya juga tidak habis pikir mengapa porsi pemberitaan mengenai BUMN yang menangani masalah infrastruktur ini hanya sedikit. Padahal masyarakat Indonesia setiap hari selalu mengeluhkan buruknya infrastruktur, khususnya jalan raya dan jembatan. Apakah mungkin ini merupakan indikasi bahwa masyarakat Indonesia sudah terlalu terbiasa dengan buruknya kinerja BUMN dalam menyediakan fasilitas umum yang memadai bagi mereka?” Rozi dengan mimik serius.

Ia juga menyayangkan minimnya concern media dalam mengangkat isu ini. Karena menurutnya, sejauh penelusuran tim IMMC, tercatat hanya ada satu media nasional yang secara berkala menyajikan isu ke publik.

Sementara media-media lain yang disurvei nyaris tidak pernah memberitakannya. “Kami bahkan sempat melalakukan pencacahan ulang atas semua berita di 6 media nasional tersebut untuk memastikan termuatnya isu BUMN bidang infrastruktur. Ternyata hasilnya tetap sama. Hanya satu media yang secara tegas mengupasnya, sedangkan media yang lain hanya menyajikannya secara sepintas dalam batang tubuh pemberitaan yang terkait dengan kementerian BUMN,” papar Rozi.
Peneliti berbadan subur ini lantas buru-buru mengingatkan bahwa kita tetap harus memandang sisi positif di balik minimnya pemberitaan mengenai isu ini.

Menurutnya, betapa pun minimnya isu ini yang termuat media, tetap saja bisa dijadikan masukan kepada pemerintah selaku pemegang kebijakan untuk meningkatkan kinerja BUMN infrastruktur. Apalagi salah satu media terkemuka beberapa waktu lalu meliris laporan bahwa ADB (Asian Development Bank) sudah berkomitmen menyediakan dana sebesar US$ 140 juta kepada PT Sarana Multi Infrastruktur Persero—salah satu perusahaan pemerintah di bidang infrastruktur untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia.

 

Sumber: http://www.bumn.go.id/pelindo1/publikasi/berita/bumn-infrastruktur/

Share

Berita

  • Mendagri Beri Sinyal Batalkan Dana Saksi Parpol +

    JAKARTA (KOMPAS.com) - Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan pemerintah tidak akan mengeluarkan peraturan presiden terkait dana saksi bagi partai politik. Read More
  • KPU: Semua Parpol Lakukan Pelanggaran Kampanye +

    BANDUNG (REPUBLIKA.CO.ID), -- KPU Jabar mencatat, hampir semua parpol yang menjadi peserta Pemilu 2014 melakukan pelanggaran kampanye. "Saya cek 12 partai Read More
  • DPT bisa jadi bumerang bagi KPU +

    Semarang (ANTARA News) - Pengamat politik Universitas Diponegoro Semarang Teguh Yuwono mengingatkan bahwa daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2014 bisa menjadi Read More
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

Analisis

  • Analisis Monitoring Partai Politik Periode Januari-Pebruari 2014 +

    Menjelang pelaksanaan pemilu legilatif 2014, Indonesia Media Monitoring Center (IMMC) melakukan riset pemberitaan media terhadap dinamika partai politik. Riset media Read More
  • Analisis Monitoring Pemberitaan Parpol : 28 September – 4 Oktober 2013 Kian Pudarnya Pamor Partai Politik +

    Pamor partai politik kian menurun di mata publik karena semakin banyaknya anggota/kader parpol yang terjerat kasus hukum. Pada sisi lain, Read More
  • Analisis Monitoring Pemberitaan Parpol : 23-27 September 2013 Kasus Hukum dan Konflik Jadi Isu Utama Pemberitaan Partai Politik +

    Menjelang pemilu 2014, Indonesia Media Monitoring Center (IMMC) melakukan monitoring pemberitaan media terhadap partai politik. Monitoring dilakukan dengan skala minggu Read More
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

Follow Us

Find Us