Follow

31 Mei, Hari Tanpa Tembakau Sedunia

Fenomena  konsumsi tembakau di kalangan masyarakat Indonesia sudah menjamur. Konsumsi tembakau di Indonesia menduduki peringkat ketiga dunia, setelah Tiongkok dan India (semula nomor 5). Data WHO di tahun 2002 yang menunjukkan Indonesia sebagai negara no-5 dunia yakni setiap tahunnya 215 milyar batang rokok. Urutan pertama China (1.643 milyar batang), kedua Amerika Serikat (451 miliar batang), ketiga Jepang (328 milyar batang) dan keempat Rusia (258 Milyar batang).

Di Indonesia lebih dari 60 juta orang membelanjakan uangnya untuk membeli rokok. Mereka rata-rata menghabiskan 11 batang rokok per hari. Secara nasional, belanja bulanan untuk rokok pada keluarga perokok menempati urutan terbesar kedua (9%) setelah beras, 12%. Lebih memiris lagi, menurut Survei Sosial dan Ekonomi Nasional (Susenas) 2006, kelompok keluarga termiskin terbukti mempunyai proporsi belanja rokok yang lebih besar (12%) daripada kelompok terkaya yang hanya 7%.

Temuan Indonesia Media Monitoring Center (IMMC) berkaitan dengan isu tembakau mencatat, ada sisi dilematis dari fenomena tembakau ini. Di satu sisi, dampak negatifnya sangat besar. Namun di sisi lain, industri tembakau dianggap memiliki dampak positif. Terutama ekonomi. Sekitar 52% pemberitaan soal tembakau, mengulas tentang manfaat ekonomis dari industri rokok. Fokusnya pada kontribusi rokok terhadap pendapatan negara hingga soal banyaknya lapangan kerja yang terserap dari industri rokok.

Di dunia, masyarakat banyak mendukung aksi tanpa tembakau. Tapi   sebagian besar orang Indonesia belum mengetahui perihal Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Ketidaktahuan masyarakat terhadap hari anti-tembakau dunia ini sayangnya tidak berbanding lurus dengan penggunaan atau konsumsi tembakau. Hari Tanpa Tembakau Sedunia diperingati setiap tanggal 31 Mei. Berbagai wacana diusung untuk memeriahkan momen tersebut. Berbagai media massa pun mengulas tentang pro dan kontra di balik peringatan ini. Kampanya Anti Tembakau Sedunia 31 Mei merupakan peringatan seremonial yang tidak pernah akan berujung.

Tembakau adalah produk pertanian yang diproses dari daun tanaman dari genus Nicotiana. Tembakau dapat dikonsumsi, digunakan sebagai pestisida, dan dalam bentuk nikotin tartrat dapat digunakan sebagai obat. Jika dikonsumsi, pada umumnya tembakau dibuat menjadi rokoktembakau kunyah, dan sebagainya. Tembakau telah lama digunakan sebagai entheogen di Amerika. Kedatangan bangsa Eropa ke Amerika Utara memopulerkan perdagangan tembakau terutama sebagai obat penenang. Kepopuleran ini menyebabkan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat bagian selatan. Setelah Perang Saudara Amerika Serikat, perubahan dalam permintaan dan tenaga kerja menyebabkan perkembangan industri rokok. Produk baru ini dengan cepat berkembang menjadi perusahaan-perusahaan tembakau hingga terjadi kontroversi ilmiah pada pertengahan abad ke-20.

Dalam Bahasa Indonesia tembakau merupakan serapan dari bahasa asing. Bahasa Spanyol “tabaco” dianggap sebagai asal kata dalam bahasaArawakan, khususnya, dalam bahasa Taino di Karibia, disebutkan mengacu pada gulungan daun-daun pada tumbuhan ini (menurut Bartolome de Las Casas, 1552) atau bisa juga dari kata “tabago”, sejenis pipa berbentuk y untuk menghirup asap tembakau (menurut Oviedo, daun-daun tembakau dirujuk sebagai Cohiba, tetapi Sp. tabaco (juga It. tobacco) umumnya digunakan untuk mendefinisikan tumbuhan obat-obatan sejak 1410, yang berasal dari Bahasa Arab ”tabbaq”, yang dikabarkan ada sejak abad ke-9, sebagai nama dari berbagai jenis tumbuhan. Kata tobacco (bahasa Inggris) bisa jadi berasal dari Eropa, dan pada akhirnya diterapkan untuk tumbuhan sejenis yang berasal dari Amerika.

Menurut Roberts yang dikutip Sitepoe (2000) lebih dari 3040 jenis bahan kimia dijumpai di dalam daun tembakau kering. Bahan  –  bahan ini berasal dari  pertumbuhan daun tembakau itu sendiri baik dalam proses pembuatan tembakau  maupun sewaktu penanaman tembakau. Berbagai jenis tembakau yang ditanam disuatu daerah atau suatu negara serta cara pemrosesan tembakau akan mempengaruhi komposisi bahan kimia yang dikandung oleh tembakau. Beberapa bahan kimia yang bersifat toksis antara lain nikotin; karsinogenik nitrosamine yang bersumber dari nitrit, amine, protein, alkaloid di dalam daun tembakau, karsinogenik polisiklik, Hidrokarbon aromatik bersumber sewaktu pemrosesan tembakau, elemen radioaktif yang diabsorbsi dari udara dan tanah, logam – logam berat yang diperoleh dari tanah dan udara yang tercemar.

Setiap kali menghisap sebatang rokok, beresiko terpapar 45 jenis bahan kimia beracun. Sebenarnya terdapat lebih dari 200 unsur. Beberapa senyawa penting namun berbahaya adalah lutidin, rubidin, formaldehide, asam karbolik, metalimin, akreolit, colidi, viridin, arsenik, asamformik, nikotin, hidrogen sulfida, pirel, furfurol, benzopiren, metil alkohol, asam hidrosianik, korodin, amonia, metana, karbon monoksida, dan piridin.  Benzopiren dan  lutidin berasal dari tar tembakau. Colidin menyebabkan kelumpuhan dan lambat laun mengakibatkan kematian.  Asam Karbolik  dan  asam hidrosianik,  keduanya merupakan racun yang berbahaya. Asam hidrosianik mampu membunuh dalam hitungan menit. Metil Alkohol menimbulkan kebutaan. Sedangkan Karbon monoksida  mengikat oksigen di dalam darah, sehingga darah tidak bisa menyuplai oksigen keseluruh jaringan tubuh.

Asap rokok utama (mainstream smoke) terdiri dari 4000 jenis bahan kimia, dimana fasenya dibagi menjadi fase partikulant dan fase gas. Fase partikulat terdiri dari nikotine, nitrisamine, N- nitrosonor nicotine, Polisiklik hidrokarbon, logam berat dan Karsinogenik amine,  sedangkan fase gas mencakup karbon monoksida, karbondioksida,  benzene, amonia, formaldehid,  hidrosianida, dan lain  –  lain. Asap rokok sampingan (side stream) dapat dijumpai bahan kimia bersifat karsinogenik berupa  N-nitrosodimetilamine  dan N-nitrosodietilamine serta beberapa jenis logam berat.

Jadi, dari sekian ribu bahan kimia yang terkandung di sebatang rokok, sangat memungkinkan terjadinya berbagai penyakit kronis. Rokok pada dasarnya dapat dianggap sebagai pabrik bahan  kimia, dimana satu batang rokok dibakar, akan menghasilkan atau mengeluarkan lebih dari 4.000 zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan. Secara umum bahan – bahan ini dapat dibagi menjadi dua golongan besar yaitu komponen gas dan komponen padat partikel, sementara komponen padat dibagi menjadi Nikotin dan Tar (1,5 gr).

Bahaya rokok yang paling parah adalah bagi perokok pasif. Dimana ia lebih banyak menghirup asap rokok dengan partikel zat yang lebih banyak. Perokok pasif dapat terjangkit penyakit jantung koroner, asma, bronchitis, stroke, terganggunya pertumbuhan janin bagi ibu yang sedang hamil hingga akhirnya bayi lahir prematur. Penelitian terbaru menyebutkan bahwa rokok yang dikonsumsi ayah juga dapat menurunkan IQ keturunannya. Hal ini karena rokok dapat menurunkan kualitas sperma. Angka kematian bayi pada ayah yang merokok lebih tinggi dibandingkan dengan ayah yang tidak merokok.

Sebenarnya hari anti tembakau kurang tepat secara diksi, mungkin akan lebih baik jika diganti menjadi hari anti rokok. Tembakau merupakan bahan pertanian yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, bukan hanya sebagai rokok.Jika dikonsumsi sebagai rokok, memang sangat banyak kerugiannya. Namun jika manusia dapat meamanfaatkan potensi tembakau sebagai bahan lain maka tembakau dapat memberi manfaat yang besar. Jadi akan lebih tepat jika Hari Anti Tembakau Internasional diganti dengan Hari Anti Rokok Internasional. Dengan adanya dukungan dunia terhadap aanti penggunaan rokok akan membantu menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya mengkonsumsi rokok.

sumber: http://sitimariiyam.wordpress.com/2013/02/09/31-mei-hari-tanpa-tembakau-sedunia/

Share

Berita

  • Mendagri Beri Sinyal Batalkan Dana Saksi Parpol +

    JAKARTA (KOMPAS.com) - Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan pemerintah tidak akan mengeluarkan peraturan presiden terkait dana saksi bagi partai politik. Read More
  • KPU: Semua Parpol Lakukan Pelanggaran Kampanye +

    BANDUNG (REPUBLIKA.CO.ID), -- KPU Jabar mencatat, hampir semua parpol yang menjadi peserta Pemilu 2014 melakukan pelanggaran kampanye. "Saya cek 12 partai Read More
  • DPT bisa jadi bumerang bagi KPU +

    Semarang (ANTARA News) - Pengamat politik Universitas Diponegoro Semarang Teguh Yuwono mengingatkan bahwa daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2014 bisa menjadi Read More
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

Analisis

  • Analisis Monitoring Partai Politik Periode Januari-Pebruari 2014 +

    Menjelang pelaksanaan pemilu legilatif 2014, Indonesia Media Monitoring Center (IMMC) melakukan riset pemberitaan media terhadap dinamika partai politik. Riset media Read More
  • Analisis Monitoring Pemberitaan Parpol : 28 September – 4 Oktober 2013 Kian Pudarnya Pamor Partai Politik +

    Pamor partai politik kian menurun di mata publik karena semakin banyaknya anggota/kader parpol yang terjerat kasus hukum. Pada sisi lain, Read More
  • Analisis Monitoring Pemberitaan Parpol : 23-27 September 2013 Kasus Hukum dan Konflik Jadi Isu Utama Pemberitaan Partai Politik +

    Menjelang pemilu 2014, Indonesia Media Monitoring Center (IMMC) melakukan monitoring pemberitaan media terhadap partai politik. Monitoring dilakukan dengan skala minggu Read More
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

Follow Us

Find Us