Follow

Tiga Isu Sentral di Pemilukada Jabar

Indonesia Media Monitoring Center (IMMC) melakukan riset terhadap dinamika pemberitaan dan isu yang berkembang di Jawa Barat, terkait dengan pelaksanaan Pemilukada tahun 2013 ini. Riset dilakukan terhadap 7 media, baik lokal maupun nasional. Riset ini diorientasikan untuk melihat preferensi media dalam menangkap aspirasi masyarakat Jabar dan bagaimana merefleksikan berbagai problematika yang berkembang di provinsi tersebut. Sehingga itu bisa ditangkap oleh para calon gubernur Jabar yang berkompetisi, sebagai referensi dalam merancang program dan kinerja.

Hasil riset IMMC menunjukkan bahwa masing-masing media memiliki titik tekan isu yang berbeda. Mulai dari isu soal pemerintahan, ekonomi, agama dan sosial-budaya, pertanian dan peternakan, dan isu lainnya. Namun secara umum, isu agama-sosia-budaya dan ekonomi secara merata menjadi concern utama hampir semua media. Dua isu tersebut cukup mendominasi pemberitaan.

Dari total 1.863 isu yang berkembang di pemberitaan, sekitar 29,7% adalah isu sosial-budaya-agama. Sementara di posisi kedua adalah isu ekonomi: 18%. Dan yang ketiga adalah isu pertanian-peternakan sebesar 11%.

Menurut Muhammad Farid, Direktur Riset IMMC, fakta yang muncul di media ini sangat merepresentasikan realitas sosial-budaya wilayah dan masyarakat Jawa Barat. “Seperti kita tahu, masyarakat Jabar memiliki religiusitas yang tinggi. Pada saat yang sama, apresiasi mereka terhadap nilai-nilai budaya lokal sangat tinggi. Keduanya bersimbiosis sebagai kesatuan nilai dan praktek hidup yang dipegang selama berabad-abad: agama dan budaya. Dan itulah yang menjadi kekhasan Jabar dibanding beberapa provinsi lainnya,” analisa Farid.

Karena itu, lanjut Farid, jika pemberitaan di media dominan diwarnai isu agama-sosial-budaya, hal itu benar-benar merefleksikan realitas ideal masyarakat Jabar. Menurut Farid, fakta ini seharusnya ditangkap secara utuh oleh para kandidat cagub Jabar. Sebab ini merepresentasikan aspirasi mendasar dari masyarakat yang kelak akan mereka pimpin. “Program maupun kinerja para cagub harusnya menempatkan isu agama dan sosial-budaya sebagai landasan utama. Masyarakat Jabar menunggu tawaran yang menjanjikan dan realistis dari para cagub terkait isu tersebut,” kata Farid.

Formulasi pemberitaan tersebut, kata Farid, menjadi semakin proporsional tatkala ekonomi menjadi isu kedua yang mendominasi pemberitaan. Isu agama-sosial-budaya, kata Farid, berada dalam domain suprastruktur. Sementara ekonomi adalah domain infrastruktur.

“Sederhananya begini. Isu ekonomi itu mengekpresikan kebutuhan riil sehari-hari masyarakat Jabar. Kebutuhan hidup. Sementara isu agama-sosial-budaya mencerminkan soal paradigma dan spiritualitas. Jadi, lebih mewakili soal non-fisik atau soal eksistensial. Bisa kita lihat, jika dua isu ini berada di posisi teratas pada pemberitaan media massa Jabar, maka itu memang gambaran kondisi yang sangat ideal, jelas Farid.

Sementara isu pertanian dan peternakan yang berada di posisi ketiga paling populer di media, menurut Farid, merupakan derivasi dari isu ekonomi. “Seringnya isu pertanian dan peternakan muncul di pemberitaan memberikan pesan kepada para cagub bahwa dua sektor itu merupakan favorit dalam rangka program pengembangan ekonomi Jabar. Harapan besar dititipkan pada dua sektor itu. Artinya, masyarakat Jabar menanti program jitu pengembangan pertanian dan peternakan Jabar. Ini mewakili aspirasi segmen pemilih para petani dan peternakan, yang jumlahnya tidak dapat diabaikan oleh para cagub Jabar,” tegas Farid.

Sekali lagi, Farid menekankan pentingnya bagi para cagub untuk membaca sinyal berupa tiga isu yang berkembang di media massa Jabar: agama-sosial-budaya, ekonomi dan pertanian-peternakan. Karena sinyal itu akan sangat membantu mereka untuk menangkap aspirasi otentik yang diinginkan masyarakat Jabar. “Seharusnya ini menjadi salah satu poin yang mempermudah para cagub dalam menangkap aspirasi masyarakat secara komprehensif. Juga dalam merancang tawaran program pada masa kampanye nanti. Pesan yang muncul di media cukup jelas,” tutup Farid. **

Share

Berita

  • Mendagri Beri Sinyal Batalkan Dana Saksi Parpol +

    JAKARTA (KOMPAS.com) - Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan pemerintah tidak akan mengeluarkan peraturan presiden terkait dana saksi bagi partai politik. Read More
  • KPU: Semua Parpol Lakukan Pelanggaran Kampanye +

    BANDUNG (REPUBLIKA.CO.ID), -- KPU Jabar mencatat, hampir semua parpol yang menjadi peserta Pemilu 2014 melakukan pelanggaran kampanye. "Saya cek 12 partai Read More
  • DPT bisa jadi bumerang bagi KPU +

    Semarang (ANTARA News) - Pengamat politik Universitas Diponegoro Semarang Teguh Yuwono mengingatkan bahwa daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2014 bisa menjadi Read More
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

Kutipan Media

  • Ironi Hari Tanpa Tembakau di Indonesia (Bagian 1) +

    PP 109/2012 Dan Pertaruhan Hidup Puluhan Juta Orang; Pemerintah menerbitkan peraturan pemerintah (PP) No. 109/2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Read More
  • STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA +

    STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA (Berpikir Global, Beraksi Lokal) Oleh: Drs. Jamalludin Sitepu, M.A. Banyak pihak yang sudah Read More
  • BUMN INFRASTRUKTUR +

    Salah satu ciri yang menegaskan kemanjuan suatu negara adalah baiknya infrastruktur yang ada di negara tersebut. Karena jika semua infrastruktur Read More
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

Follow Us

Find Us